Senin, 11 Maret 2013

Permainan Ketangkasan di Pabrik Gula Sragi


Dua hari sudah kami tinggal di Desa Karangbrai. Rencananya seminggu kami akan tinggal di sini untuk melakukan observasi awal. Waktu itu masuk bulan giling tebu. Pabrik gula di Comal memang sudah tidak aktif menggiling tebu. Hanya tinggal Pabrik Gula (PG) Sragi yang terletak di Pekalongan.

Menurut info dari warga setempat ada acara pasar malam bertempat di lingkungan PG Sragi. “Wah sopo reti ono kolok-kolok[1] tutur Sofyan. Salah satu teman saya ini memang tertarik judi, keinginannya menyelesaikan studi S1 tentang perjudian.



Akhirnya kami bisa berangkat ke Pasar Malam PG Sragi dengan bantuan sepeda motor dari Bu Lurah. Jalanan mulai padat ketika motor kami menyusuri pasar malam untuk mencari tempat parkir. Target awal kami memang mencari arena judi namun setelah menyisir ke semua sudut pasar malam tidak menemukannya. Nihil. Saya sempat bertanya dengan pengunjung ternyata judi di sini sudah tidak ada lagi.

Kami menemukan beberapa permainan ketangkasan yang menarik. Ya permainan ini sebenarnya juga perjudian namun dikemas lebih lembut. Permaian pertama yaitu melempar gelang-gelang rotan ke sebuah kayu segitiga. Kayu-kayu tersebut sudah diberi nomor yang menentukan hadiahnya. Harga yang dikenakan Rp. 1.000/ 3 gelang. Saya sempat mencoba namun gagal. Gelang-gelang yang saya lempar susah sekali masuk ke kayu.


 Saya melihat seorang pengunjung yang mencoba permainan ini. Pria itu berbadan tinggi hanya dengan mencondongkan badannya dan melempar gelang-gelang yang ada di tangannya. Dari beberapa gelang yang ada di tangannya, hampir sebagian besar masuk ke kayu segitiga. Pria itu mencari nomor yang berhadiah rokok. Seorang teman bertugas membawakan hasil perolehannya. Terlihat beberapa merk rokok filter sudah didapatnya. Selain itu sebotol besar minuman bersoda dan makanan ringan sudah didapatkannya.

Permainan kedua yaitu menutup lingkaran merah dengan tiga seng. Sepintas permainan ini mudah namun kenyataannya para pengunjung banyak yang gagal. Harga permaianan ini dipatok Rp. 1.000 untuk sekali permainan. Permainan ketiga yaitu melempar kaleng-kaleng usang yang disusun tinggi kemudian dilempar dengan bola tenis. Permainan ini yang menurut saya paling mudah dari semua permainan ketangkasan yang lain.

Akhirnya kami pulang ke rumah, hanya Sofyan yang berhasil mendapat sebotol minuman bersoda. Permainan yang ada di pasar malam lumayan menghibur. Setidaknya ada sekitar 15 stand permainan ketangkasan. Jika kamu sedang di Pekalongan pada bulan Mei-Juni sempatkanlah datang ke PG Sragi.




[1] Sebuah permainan judi di wilayah Kalimantan


1 komentar:

bajak