Kamis, 07 Juli 2011

Projek Mixtape 'JogJakarta'

Lagu apa yang pernah menjadi ‘soundtrack’ tentang kota Jogja atau Jakarta?

Saya yakin kamu pasti memilikinya, coba diingat-ingat. Dimana romatika ada di dalamnya, menyelimuti keadaanmu. Suasana saat itu mungkin bisa senang, sedih, gundah atau bahkan bingung tak karuan. Disini saya mengajak kamu untuk berkontibusi dalam projek mixtape saya.

Mixtape? Mixtape adalah kumpulan lagu yang dikemas dalam kaset tape. Karena sekarang kaset tape sudah minim penggunannya jadi kebanyakan mixtape dikemas dalam bentuk CD.

Mixtape saya berkisah tentang kumpulan cerita-cerita yang pernah terjadi di Jogja atau Jakarta. Jadi saya mengharapkan kamu mengirimkan cerita kamu yang terwakili oleh sebuah ‘soundtrack’ lagu. Lagunya bebas bisa dari genre apapun bisa pop, rock, metal, dangdut, atau apalah bebas. Band Indonesia ataupun mancanegara tidak menjadi masalah. Boleh.

Sebagai gambaran saya beri contoh cerita saya;

Andien – Gemintang

Sekitar tahun 2009, saya pergi dengan teman saya ke pantai Samas. Hari itu hari rabu saya masih ingat betul. Sesampai di pantai kondisi sudah mulai malam, kami ketinggalan sunset. Akhirnya kami duduk-duduk di pinggir pantai. Saya sambil memandang bintang-bintang yang mulai muncul satu per satu. Kami mengobrol seperti biasa. Kebetulan handphone saya ada pemutar musiknya, saya memilih lagu-lagu dan berhenti pada Andien. Lagu ‘Gemintang’ mulai terdengar kemudian saya menyanyi lirih sambil melihat bintang-bintang. Sekitar pukul delapan malam kami begegas pulang. Diperjalanan saya menanyakan lagi tentang perasaan saya kepadanya. Tapi ternyata, tidak bisa menerima saya. Jelas saya cukup kecewa dibuatnya. Dan, lagu Andien mengingatkan saya tentang cerita pada waktu itu.

Seperti itu cerita saya. Kalau cerita kamu?

Jika kamu berani bercerita? Silakan kirim cerita kamu serta lagu kepada saya.

Hubungi: (0274) 9151901

Twitter: @dimazmaulanaa

2 komentar:

  1. soundtrack yang menemani perjalanan saya dari Jogja-Jakarta adalah lagu2 dari soundtracknya Dealova. Waktu itu perjalanan pertama saya ke Ibukota. Gratis. Tahun 2003. berangkat naik travel sm rombongan finalis cerpen. Berangkat jam 7an malem, sampe Jakarta jam 7 pagi, ditemani mp3 pinjeman yg juga flashdisk punya sodara. Mostly lagu yang sering keputer sontreknya Dealova, terutama terutama lagunya Voo - Kecewa. :))

    BalasHapus
  2. Bisa dibilang Jogja menjadi kota kedua saya setelah Bali. Karena memang menjadi kota saya menuntut ilmu dan menghabisi transisi umur dari anak labil menjadi sedikit tidak labil (baca: galau.

    Dimulai tahun 2008 silam, saya bertemu seorang gadis seumuran saya. Parasnya lumayan, ga cantik tapi imut dan ga sexy tapi menghanyutkan. Saya mulai tertarik untuk saling bertukar pikiran dan koleksi musik dengan dia, dan hey!! banyak koleksi lagunya yang hampir sama dengan saya. Sangat high lah compability nya kalau itu akun lastfm (www.last.fm). Hebatnya itu ini cewek pinter ngelukis juga. Makin membuat saya kagum dan leyeh nih ama ni gadis. Yah singkat cerita, saya mulai membahasakan PDKT ke dia gitu. Dan pada akhirnya...

    Oke cerita berakhir bahagia dengan dia menolak saya karena alasan yang tidak pasti gitu. Salah satu kenangan berbagi musik antara saya dengan doi(dia dirubah 'doi' setelah penolakan) adalah lagu milik Copeland berjudul Chin Up.

    Lalu, lalu, apa hubungannya cerita nan bahagia ini dengan ulasan mixtape tentang kota Yogya? Wah saya salah kamar nih kayaknya (bahasa forum sebelah: kaskus.us). Yah, setelah tragedi itu saya menyusuri seluruh jalanan jogja malem hari sambil ditemani musik Copeland - Chin Up berulang-ulang. Jadilah campuran antara kegalauan di hati dengan kota Jogja yang ramah dan sejuk di malam hari...

    Oia ini video clip lagu Copeland berjudul Chin Up (http://youtu.be/e2xbyDw-Yyw)

    BalasHapus

bajak