Jumat, 18 Januari 2013

#30HariMenulisSuratCinta - Obrolan Meja Makan

Dear Clarita,
Apa yang lebih sempurna dari sebuah obrolan meja makan? Ya, memang kita belum pernah dinner. Dinner yang sesuai pemahamanmu. Bukankah kita sering jalan bareng dan makan bersama. Tapi itu bukan dinner yang kamu maksud.

Ya, sepertinya belum saatnya kita dinner. Aku juga harus mencari gawean tetap untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Tapi makan bersama sudah kita lalui, sering sekali. Mulai dari yang murah meriah sampai yang menurutku mahal. Dari yang enak sampai yang kita anggap blacklist. Dari yang pelayanannya lama sampai pelayanan super cepat. Beberapa ruas jalanan di Jogja yang menyajikan makanan penawar rasa lapar. Daerah-daerah pinggiran kota Jogja juga tak lupa kita sisir untuk menikmati hidangan yang memanjakan lambung.

Ketahuilah aku masih ingin menyisir jalanan bersamamu untuk menemukan hidangan yang membangkitkan selera makan. Sampai detik ini aku hafal pesanan minum mu. Makanan yang tidak kamu suka hingga makanan apa aja yang kamu suka. Dua kursi terisi berhadapan dengan celoteh ngalor-ngidul yang sedang menunggu hidangan penawar rasa lapar. Ya, itu kita.

Love,

Dimaz Maulana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bajak