Minggu, 22 Mei 2011

Perkenalkan Tong Sampah Merah (Tongmer)

aku dan adik-adiku; Tongbru, Tongjo dan Tongren

Pagi hari, suasana UGM terasa lebih sejuk dari biasanya. Daun-daun yang jatuh semalam, baru saja disapu oleh tukang sapu. Kali ini tukang sapunya bukan lagi Pak Ali. Beliau baru saja pensiun sehingga posisinya digantikan oleh Mas Yus. Memang dia lebih cekatan daripada Pak Ali yang sudah terbilang tua untuk takaran pekerja.

Perkenalkan, saya Tongmer alias tong sampah merah. Saya bersama adik-adik saya disini. Ada Tongbru, Tongjo dan Tongren yang selalu sibuk sendiri-sendiri. Saya tidak tahu dimana orang tua kami sekarang. Tahu-tahu saya sudah berada ditempat ini bersama adik-adik saya. Sepertinya orang tua kami sudah dibuang ke tukang loak. Maklum benda macam kami ini mudah dijual ketukang loak. budaya manusia kali ya, sedikit-sedikit menjual benda miliknya. Apakah sudah tidak bisa didaur ulang. Ya, setidaknya kami tidak dihancurkan menjadi airlah.

Sudah hampir siang tetapi dia tak kunjung datang. Oia, saya sedang menunggu Pak Jalil, tukang sampah yang biasa mengambil isi perut saya setiap pagi. Kadang dia datang pukul lima pagi. Saya sendiri belum bangun, maklum setiap malam saya begadang mengamati mahasiswa-mahasiswa yang sedang bermain laptop bersama pasangannya. Kadang-kadang mereka juga berciuman. Yah namanya juga anak muda. Perut saya sudah mengeluarkan bau-bau tidak enak. Sepertinya ada biji durian yang dibuang keperut saya, bau durian saya tidak suka. Entah kenapa baunya bikin saya pusing. Kemana ya Pak Jalil?

*siang hari sekitar pukul 13.00

Tiba-tiba ada dua orang manusia yang sedang terburu-buru. Mereka turun dari tangga gedung dengan langkah cepat.

“Ton, kowe wis reti durung?”

“Reti apa?”

“Pak Jalil ki lagi lara, wingi tabrakan neng Pingit”

Saya terhenyak dengan cerita dari dua orang karyawan tersebut. bagaimana kondisi Pak Jalil ya? Ternyata dia tidak masuk karena kecelakaan. Bagaimana bisa kecelakaan? Jalan di Pingit terlalu ramai? Atau pengendara sepeda motor banyak yang ugal-ugalan?

#nantikan kelanjutannya, apakah yang dilakukan oleh Tongmer? Bagaimana kondisi Pak Jalil?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bajak